Apa yang Harus Dikembangkan dari Wisata Pohon Beringin di Jorong Koto Dalam
Sabtu, 26 Juli 2025 | 04:37 WIB | Tulisan | SYS ADMIN | 278 klik
Wisata Pohon Beringin di Jorong Koto Dalam Jaya, Nagari Sungai Aua, Kecamatan Sungai Aur, Kabupaten Pasaman Barat, memiliki potensi besar yang belum tergarap maksimal. Pohon tua berusia ratusan tahun ini tidak hanya menjadi ikon alam dan religi, tetapi juga simbol sejarah dan peradaban lokal. Agar kawasan ini dapat berkembang sebagai destinasi unggulan, ada beberapa hal penting yang harus dikembangkan.
1. Fasilitas Wisata Dasar
Sampai saat ini, kawasan di bawah Pohon Beringin masih bersifat alami dan belum dilengkapi fasilitas penunjang wisata. Untuk menarik lebih banyak pengunjung dan meningkatkan kenyamanan, beberapa fasilitas dasar perlu segera dikembangkan, seperti:
- Tempat duduk dan taman kecil di bawah pohon
- Area parkir yang memadai
- Toilet umum yang bersih
- Tempat ibadah yang representatif
2. Papan Informasi Sejarah dan Edukasi
Karena Pohon Beringin ini mengandung nilai sejarah, sangat penting untuk memasang papan informasi yang menjelaskan asal-usul pohon, kisah masa lalu masyarakat, serta kaitannya dengan aktivitas perdagangan tradisional di masa lalu. Ini akan menambah nilai edukatif bagi wisatawan.
3. Pengembangan Spot Foto dan Estetika Visual
Dengan keindahan akar gantung dan rimbunnya daun, Pohon Beringin berpotensi menjadi spot foto Instagramable. Penambahan elemen estetis seperti pencahayaan malam, dekorasi kayu alami, dan gapura bambu bisa menarik lebih banyak wisatawan muda dan keluarga.
4. Kegiatan Budaya dan Religi Secara Berkala
Karena lokasi ini juga berdampingan dengan Masjid Raya, sangat memungkinkan dikembangkan sebagai pusat wisata religi. Kegiatan seperti zikir akbar, bazar kuliner halal, pertunjukan rebana, atau malam budaya bisa dijadikan agenda mingguan atau bulanan untuk menghidupkan kawasan ini.
5. Digitalisasi Promosi dan Pemasaran
Sebagaimana disampaikan dalam pelatihan digitalisasi oleh Universitas Negeri Padang, pendekatan digital sangat penting. Maka dari itu, masyarakat dan pemuda setempat perlu didampingi untuk:
- Membuat konten promosi (video, foto, artikel)
- Mengelola media sosial wisata Nagari
- Mendaftarkan destinasi ini ke platform Google Maps, Traveloka Xperience, atau situs pariwisata Sumbar
6. Pelibatan UMKM dan Produk Lokal
Pengembangan wisata tidak lengkap tanpa kehadiran ekonomi lokal. Oleh karena itu, perlu:
- Stand kuliner khas seperti gula merah dari pohon sawit
- Warung kopi tradisional
- Suvenir khas Sungai Aua (kerajinan, baju, camilan lokal)
Penutup
Pohon Beringin bukan hanya objek wisata, tapi juga ruang sosial dan spiritual masyarakat Nagari Sungai Aua. Dengan pengembangan yang terarah dan berbasis partisipasi warga, kawasan ini bisa menjadi ikon wisata nagari yang menggerakkan ekonomi sekaligus melestarikan budaya.