UNP Perkuat Branding Wisata Beringin Sungai Aur Pasaman Barat Melalui Pelatihan Digital
Senin, 03 Agustus 2026 | 13:07 WIB | Berita | SYS ADMIN | 30 klik
PASAMAN BARAT – Universitas Negeri Padang (UNP) melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Teknologi Pendidikan menggelar pelatihan penguatan branding dan publikasi digital bagi pemuda di Kenagarian Sungai Aur, Kabupaten Pasaman Barat. Kegiatan yang berlangsung pada 1–2 Agustus 2026 tersebut bertujuan meningkatkan daya saing Kawasan Wisata Beringin melalui pemanfaatan website dan media sosial.
Program pengabdian yang terintegrasi dengan pemerintah nagari itu menghasilkan identitas baru bagi destinasi wisata berupa tagline "Satu Akar Seribu Harapan". Tagline tersebut diharapkan menjadi simbol yang mampu memperkuat citra Kawasan Wisata Beringin sebagai destinasi wisata alam, religi, sekaligus sejarah di Kabupaten Pasaman Barat.
Ketua Tim Pengabdian, Prof. Dr. Abna Hidayati, M.Pd., menjelaskan bahwa penguatan identitas destinasi merupakan langkah penting untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mendorong promosi berbasis digital yang lebih efektif.
"Branding yang kuat akan membantu masyarakat memperkenalkan potensi wisata secara lebih luas melalui berbagai platform digital sehingga mampu meningkatkan kunjungan wisatawan," ujarnya.
Potensi Wisata Alam dan Religi
Kawasan Wisata Beringin berada di Jalan Lintas Sumatera Barat–Sumatera Utara, sekitar 180 kilometer dari Kota Padang. Lokasi ini telah lama menjadi tujuan masyarakat yang ingin menikmati wisata alam sekaligus wisata religi.
Daya tarik utama kawasan tersebut adalah pohon beringin berusia lebih dari satu abad yang berdampingan dengan Masjid Raya Sungai Aur, salah satu masjid bersejarah di wilayah tersebut. Selain menikmati panorama alam, pengunjung juga dapat mencicipi kuliner khas masyarakat setempat.
Tokoh masyarakat Sungai Aur, H. Yulnefri, menjelaskan bahwa Masjid Raya Sungai Aur memiliki nilai sejarah yang kuat. Menurutnya, masjid tersebut diprakarsai oleh Tengku Hasyim, salah seorang murid ayah Buya Hamka, sekitar tahun 1920 sebagai pusat pendidikan agama dan pembinaan masyarakat.
"Saat itu masyarakat menghadapi berbagai persoalan sosial. Tengku Hasyim hadir memberikan pendidikan agama dan menjadikan masjid sebagai pusat pembelajaran serta pembinaan masyarakat," kata H. Yulnefri.
Selain menjadi pusat kegiatan keagamaan, kawasan tersebut juga pernah berperan sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Pada masa lalu, Sungai Aur menjadi dermaga perdagangan yang menghubungkan berbagai wilayah, termasuk Sikilang, Air Bangis, hingga Kota Padang.
H. Yulnefri menyambut baik keterlibatan UNP dalam mengembangkan kembali potensi wisata tersebut agar sejarah dan nilai budaya kawasan semakin dikenal oleh generasi muda.
Pemuda Didorong Menguasai Promosi Digital
Pemuda penggerak Wisata Beringin, Rido Sarizki, mengatakan kawasan tersebut telah mulai dikembangkan oleh masyarakat setempat, namun masih memerlukan dukungan dari berbagai pihak, terutama dalam aspek promosi digital dan pengelolaan destinasi.
"Kami sangat mengapresiasi perhatian UNP terhadap pengembangan Kawasan Wisata Beringin. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut sehingga kawasan ini semakin berkembang," ujarnya.
Selama pelatihan, sebanyak 30 peserta yang merupakan pemuda Sungai Aur mendapatkan materi mengenai strategi membangun branding destinasi, pengelolaan publikasi melalui website dan media sosial, teknik fotografi, hingga pengolahan konten digital menggunakan berbagai aplikasi.
Kolaborasi Akademisi dan Praktisi
Tim pengabdian dipimpin oleh Prof. Dr. Abna Hidayati, M.Pd., dengan anggota Prof. Dr. Alwen Bentri, M.Pd., Dr. Fetri Yeni, J., M.Pd., Prof. Dr. Zelhendri Zen, M.Pd., Prof. Dr. Jasrial, serta Dr. Vevi Sunarti.
Kegiatan juga menghadirkan praktisi pariwisata dan ekonomi kreatif nasional Devi Kurnia Alamsyah, S.Sn., yang juga merupakan dosen Fakultas Bahasa dan Seni UNP, serta Andra Saputra, M.Pd., dosen ISI Padang Panjang. Sementara itu, Sekretaris Nagari Sungai Aur Ali Akbar turut memberikan sambutan sekaligus menyatakan dukungan terhadap pengembangan kawasan wisata berbasis masyarakat.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah nagari, dan masyarakat, UNP berharap Kawasan Wisata Beringin Sungai Aur mampu berkembang menjadi destinasi unggulan yang tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena nilai sejarah, budaya, dan religius yang dimilikinya.